Kebugaran Jasmani Dan Produktivitas Kerja
Kebugaran jasmani didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk melakukan kerja sehari-hari secara efisien tanpa menimbulkan kelelahan yang berarti sehingga masih dapat menikmati waktu luangnya.
Kebugaran jasmani dikelompokkan ke dalam tiga kelompok yakni:
1) kebugaran statis dalam arti kata keadaan seseorang yang bebas dari penyakit,
2)kebugaran dinamis dalam arti kemampuan untuk bekerja efisien yang tidak memerlukan keterampilan, mmisalnya berjalan, mengangkat, dll, dan
3)kebugaran motoris dalam arti kemampuan untuk melakukan kerja dengan keterampilan tinggi dan efisien.
Dari definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa orang sehat belum tentu bugar, sedangkan orang bugar semestinya sehat. Status kebugaran dapat dinilai dari konponen kebugaran yang dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu:
1) komponen kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan, meliputi: dayatahan jantung-paru, kekuatan dan daya tahan otot, kelentukan, komposisi tubuh, dan
2)komponen kebugaran yang berhubungan dengan keterampilan, meliputi: kecepatan, koordinasi, power, kelincahan, dan perasaan gerak. Karyawan perusahaan dituntut untuk minimal memiliki komponen kebugaran yang berhubungan dengan kesehatan.
Di perusahaan dengan pola kerja industrial, manusia akan memegang peran paling menentukan dalam seluruh sistem produksi. Disana manusia diharapkan dapat bekerja dengan memanfaatkan keterampilan dan pengetahuannya, dengan motivasi kerja yang tinggi dan dipandu oleh wawasannya yang mantap dan luas.
Untuk menjaga agar pola kerja yang demikian dapat berjalan lancar, maka para pelakunya perlu memiliki kondisi fisik yang bugar dan kondisi psikologik yang stabil serta mantap. Program kebugaran jasmani berperan besar dalam menjaga kondisi tersebut.
Kehidupan bisnis modern menuntut stamina yang prima dari para pelakunya, karena mereka harus bekerja dengan ritme kerja yang cepat, jadwal ketat dan tidak teratur, perubahan rencana yang tidak terduga, dan jam kerja yang panjang. Situasi dan kondisi kerja semacam ini menimbulkan stres kerja yang mengakibatkan berbagai penyakit psikosomatis seperti tukak lambung, penyakit kardiovaskuler, dll. Penyakit tersebut membutuhkan waktu penyembuhan yang lama dan biaya yang tidak sedikit.
Selain itu penderita juga terpaksa tidak masuk kerja, sehingga kerugian ganda akan diderita oleh karyawan maupun perusahaan yaitu pemasukan berkurang dan pengeluaran bertambah. Program kebugaran jasmani selain akan meningkatkan status kebugaran, juga akan menambah semangat kerja, mencegah berbagai penyakit, menghilangkan ketegangan, menambah rasa percaya diri, membentuk jiwa sportif, mengajarkan sikap sabar, gembira dan melatih konsentrasi.
Sudah sejak lama industri di Jepang menyadari hal tersebut. Untuk memelihara kesehatan karyawan , diadakan acara berhenti kerja untuk senam (exercise break) dengan diiringi musik dan dilakukan pada jam kerja. Negara bagian Texas mengeluarkan Undang-undang tentang „State Employ Health Fitness and Education’ pada tahun 1983. undang-undang ini dibuat dengan tujuan:
1)mengurangi biaya pemeliharaan kesehatan yang selalu meningkat, 2)mengurangi jumlah karyawan yang absen dari pekerjaan, 3)mengurangi ketidak mampuan (cedera) dan biaya kompensasinya, 4)meningkatkan semangat kerja karyawan dan produktivitas (Haydon, 1986).
Lihat Full Makalah...PDF