Manfaat Kencur Untuk Kesehatan
Kemampuan penyesuaian tanaman kencur terhadap lingkungan cukup tinggi.
Tanaman ini mempunyai daya produksi tinggi didaerah yang punya curah hujan
1500–4000 mm/th, suhu udara 19o
–30o c dan ketinggian 100–700m dari permukaan
air laut (dpl). Tanaman ini tumbuh baik ditempat terbuka yang mendapat sinar
matahari penuh, tapi memerlukan naungan ringan untuk pertumbuhan yang optimum.
Hal ini dapat diamati pada tanaman kencur yang ditanam secara monokultur daunnya melipat. Sekalipun demikian, kencur yang ditanam ditempat terlindung, justru hanya akan menghasilkan daun–daunnya saja. Tanah yang paling baik utuk tanaman kencur adalah berstruktur lempung berpasir, strukturnya lemah, tata air dan udara tanahnya baik serta seimbang.
Disamping itu kesuburan tanahnya harus diperkaya dengan bahan organik, antara lain dengan pemberian pupuk kandang dan kompos pada tanah yang kurang subur dan becek (Rukmana,1994)
Khasiat tanaman Kencur telah dimanfaatkan cukup banyak sebagai tonikum yaitu sebagai obat bengkak-bengkak, reumatik, obat batuk, obat sakit perut, manghilangkan keringat, penambah nafsu makan, infeksi bakteri, ekspektoran (memperlancar keluarnya dahak), disentri, karminatif, menghangatkan badan, pelangsing, penyegar, mengobati luka dan bengkak perut, encok, obat batuk, dan sakit perut (Anonim, 2000). Rimpang 8 kencur berkhasiat untuk obat batuk, pengompresan bengkak, penambah nafsu makan dan juga sebagai minuman segar (Rukmana, 1994).
Kandungan kimia Kencur Rimpang kencur mengandung alkaloid, tannin, saponin, kalsium oksalat, borneol, kamfen, sineol, etil alcohol, minyak atsiri antara 2,4–3,9% terdiri dari borneol, methyl - p, cumaric acid, cinamicacid ethil ester, pentadecane, cinamic aldehide, kaemferin dan sineol, p-metoksi sinamat (Anonim, 2004). 3. Simplisia Simplisia dibedakan menjadi simplisia nabati, hewani, mineral (Anonim, 2003).
Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain simplisia merupakan bahan yang telah dikeringkan. Simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelican atau mineral. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Simplisia hewani adalah simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat yang berguna dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia yang berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan yang belum berupa zat kimia murni (Anonim, 1985).
Hal ini dapat diamati pada tanaman kencur yang ditanam secara monokultur daunnya melipat. Sekalipun demikian, kencur yang ditanam ditempat terlindung, justru hanya akan menghasilkan daun–daunnya saja. Tanah yang paling baik utuk tanaman kencur adalah berstruktur lempung berpasir, strukturnya lemah, tata air dan udara tanahnya baik serta seimbang.
Disamping itu kesuburan tanahnya harus diperkaya dengan bahan organik, antara lain dengan pemberian pupuk kandang dan kompos pada tanah yang kurang subur dan becek (Rukmana,1994)
Khasiat tanaman Kencur telah dimanfaatkan cukup banyak sebagai tonikum yaitu sebagai obat bengkak-bengkak, reumatik, obat batuk, obat sakit perut, manghilangkan keringat, penambah nafsu makan, infeksi bakteri, ekspektoran (memperlancar keluarnya dahak), disentri, karminatif, menghangatkan badan, pelangsing, penyegar, mengobati luka dan bengkak perut, encok, obat batuk, dan sakit perut (Anonim, 2000). Rimpang 8 kencur berkhasiat untuk obat batuk, pengompresan bengkak, penambah nafsu makan dan juga sebagai minuman segar (Rukmana, 1994).
Kandungan kimia Kencur Rimpang kencur mengandung alkaloid, tannin, saponin, kalsium oksalat, borneol, kamfen, sineol, etil alcohol, minyak atsiri antara 2,4–3,9% terdiri dari borneol, methyl - p, cumaric acid, cinamicacid ethil ester, pentadecane, cinamic aldehide, kaemferin dan sineol, p-metoksi sinamat (Anonim, 2004). 3. Simplisia Simplisia dibedakan menjadi simplisia nabati, hewani, mineral (Anonim, 2003).
Simplisia adalah bahan alamiah yang digunakan sebagai obat yang belum mengalami pengolahan apapun juga dan kecuali dinyatakan lain simplisia merupakan bahan yang telah dikeringkan. Simplisia dapat berupa simplisia nabati, simplisia hewani dan simplisia pelican atau mineral. Simplisia nabati adalah simplisia yang berupa tanaman utuh, bagian tanaman atau eksudat tanaman. Simplisia hewani adalah simplisia yang berupa hewan utuh, bagian hewan atau zat-zat yang berguna dihasilkan oleh hewan dan belum berupa zat kimia murni. Simplisia pelikan atau mineral adalah simplisia yang berupa bahan pelikan atau mineral yang belum diolah atau telah diolah dengan cara sederhana dan yang belum berupa zat kimia murni (Anonim, 1985).

