Konflik Sosial
Dalam sosiologi, sosialisasi adalah proses belajar yang dilakukan oleh seseorang semenjak
masa kanak-kanak hingga masa tuanya, mengenai pola-pola tindakan dalam berinteraksi dengan
segalam ragam individu yang ada di sekelilingnya.
Melalui sosialisasi ini, pada diri individu terjadi proses pembinaan kepribadian yang dapat membantunya untuk menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungan sosialnya. Ia akan beradaptasi dengan cara hidup dan berfikir kelompoknya (masyarakat) sehingga ia dapat berperan dan berfungsi di lingkungannya. Proses sosialisasi memerlukan media.
Media sosialisasi di antaranya adalah: keluarga, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, media massa, organisasi, dan masyarakat. Namun demikian, terdapat beberapa faktor yang turut serta mempengaruhi kepribadian sesorang, di antaranya yaitu: faktor genetika (gonetype), pengalaman, pendidikan, perasaan, naluri dan lingkungan, baik lingkungan fisikal maupun lingkungan sosial budaya. Sosialisasi dan kepribadian akan membentuk suatu sistem perilaku (behavior system) yang akan menentukan dan membentuk sikap (attitude) seseorang.
Kita hidup dalam lingkungan masyarakat yang tidak dapat terlepas dari kebudayaan. Keberadaan masyarakat dan kebudayaan saling mempengaruhi satu sama lain. Kebudayaan lahir dari kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bermasyarakat akan berlangsung dengan dukungan kebudayaan. Dengan demikian, maka dalam kehidupan bermasyarakat selain sosialisasi juga terdapat enkulturasi.

Enkulturasi merupakan proses belajar yang dilakukan individu tentang adat istiadat dan kebudayaan yang terdapat pada masyarakatnya. Dengan demikian, enkulturasi memiliki kesengajaan dan tujuan yang hendak dicapai seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan tersebut adalah agar individu tersebut diterima dan diakui sebagai anggota masayarakat. Perilaku dan tindakan individu tersebut dalam masyarakatnya akan mencerminkan perilaku dan tindakan yang normatif.
Pada tahap awa, mungkin saja tindakan dan perilaku tersebut berupa keterpaksaan karena adat istiadat yang terdapat di masayarakat bersifat memaksa (dogmatis). Namun sejalan dengan berlangsungnya sosialisasi dan enkulturasi, maka pada diri individu akan berlangsung pula proses internalisasi hingga terbentuk kepribadian. Proses internalisasi akan membentuk kepribadian seseorang yang selaras dengan kepribadian masyarakatnya.
Jadi kepribadian merupakan keseluruhan perilaku seseorang dan kecenderungannya dalam berinteraksi dengan serangkaian situasi. Kecenderungan yang dimaksud adalah pola perilaku khas dari seseorang yang dilakukan pada setiap sitiusi tertentu. Sedangkan interaksi dengan serangkaian situasi artinya perilaku tersebut merupakan hasil gabungan dari kecenderungankecenderungan perilaku terhadap situasi yang dihadapinya.
Apabila Anda sudah memiliki anak, maka Anda akan menyuruh anak untuk bersalaman dengan orang lain, pada hal anak belum atau tidak mengerti mengapa harus bersalaman. Artinya, Anda sedang memfasilitasi anak melakukan enkulturasi. Anak Anda adalah orang yang ramah, di mana setiap bertemu dengan orang yang dikenalnya selalu menyapa dengan sopan dan muka berseri. Artinya, anak Anda telah mengalami internalisasi sehingga membentuk dia menjadi anak yang baik.
Melalui sosialisasi ini, pada diri individu terjadi proses pembinaan kepribadian yang dapat membantunya untuk menyesuaikan diri (adaptasi) dengan lingkungan sosialnya. Ia akan beradaptasi dengan cara hidup dan berfikir kelompoknya (masyarakat) sehingga ia dapat berperan dan berfungsi di lingkungannya. Proses sosialisasi memerlukan media.
Media sosialisasi di antaranya adalah: keluarga, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, media massa, organisasi, dan masyarakat. Namun demikian, terdapat beberapa faktor yang turut serta mempengaruhi kepribadian sesorang, di antaranya yaitu: faktor genetika (gonetype), pengalaman, pendidikan, perasaan, naluri dan lingkungan, baik lingkungan fisikal maupun lingkungan sosial budaya. Sosialisasi dan kepribadian akan membentuk suatu sistem perilaku (behavior system) yang akan menentukan dan membentuk sikap (attitude) seseorang.
Kita hidup dalam lingkungan masyarakat yang tidak dapat terlepas dari kebudayaan. Keberadaan masyarakat dan kebudayaan saling mempengaruhi satu sama lain. Kebudayaan lahir dari kehidupan bermasyarakat dan kehidupan bermasyarakat akan berlangsung dengan dukungan kebudayaan. Dengan demikian, maka dalam kehidupan bermasyarakat selain sosialisasi juga terdapat enkulturasi.

Enkulturasi merupakan proses belajar yang dilakukan individu tentang adat istiadat dan kebudayaan yang terdapat pada masyarakatnya. Dengan demikian, enkulturasi memiliki kesengajaan dan tujuan yang hendak dicapai seseorang dalam kehidupan bermasyarakat. Tujuan tersebut adalah agar individu tersebut diterima dan diakui sebagai anggota masayarakat. Perilaku dan tindakan individu tersebut dalam masyarakatnya akan mencerminkan perilaku dan tindakan yang normatif.
Pada tahap awa, mungkin saja tindakan dan perilaku tersebut berupa keterpaksaan karena adat istiadat yang terdapat di masayarakat bersifat memaksa (dogmatis). Namun sejalan dengan berlangsungnya sosialisasi dan enkulturasi, maka pada diri individu akan berlangsung pula proses internalisasi hingga terbentuk kepribadian. Proses internalisasi akan membentuk kepribadian seseorang yang selaras dengan kepribadian masyarakatnya.
Jadi kepribadian merupakan keseluruhan perilaku seseorang dan kecenderungannya dalam berinteraksi dengan serangkaian situasi. Kecenderungan yang dimaksud adalah pola perilaku khas dari seseorang yang dilakukan pada setiap sitiusi tertentu. Sedangkan interaksi dengan serangkaian situasi artinya perilaku tersebut merupakan hasil gabungan dari kecenderungankecenderungan perilaku terhadap situasi yang dihadapinya.
Apabila Anda sudah memiliki anak, maka Anda akan menyuruh anak untuk bersalaman dengan orang lain, pada hal anak belum atau tidak mengerti mengapa harus bersalaman. Artinya, Anda sedang memfasilitasi anak melakukan enkulturasi. Anak Anda adalah orang yang ramah, di mana setiap bertemu dengan orang yang dikenalnya selalu menyapa dengan sopan dan muka berseri. Artinya, anak Anda telah mengalami internalisasi sehingga membentuk dia menjadi anak yang baik.
