Makalah Pendidikan Moral dan Karakter


Posisi pendidikan nilai menjadi sangat vital dalam pembentukan pribadi manusia,sebab manusia yang memiliki kecerdasan intelektual setinggi apapun tidak akanbermanfaat secara positif bila tidak memiliki kecerdasan afektif secara emosional, sosial,maupun spiritual. 

Tereliminasinya pendidikan nilai pada kurikulum lembaga pendidikanformal disinyalir oleh berbagai kalangan sebagai salah satu penyebab utama akankemerosotan moral dan budi pekerti masyarakat yang tercermin dari tingginya angkakriminalitas maupun perbuatan amoral. 

Dalih integrasi pendidikan nilai dalam pendidikankewarganegaraan dan keagamaan, pada implementasinya menjadi tidak tepat sasaran karena pendidikan nilai diberikan dengan metode hapalan dengan porsi yang minim untuk memenuhi evaluasi proses pendidikan yang hanya mengukur ranah kognitif semata.

Tentunya hal tersebut bertolakbelakang dengan prinsip pendidikan nilai yang mencakupranah afektif dan tidak dapat terukur dengan model evaluasi pendidikan sebagaimanaditentukan oleh sistem pendidikan nasional. 

Yang diperlukan dalam pembelajaran pendidikan moral ialah bahwa setiap guru melalui mata ajar yang diampunya menjelaskan secara eksplisit nilai-nilai yang terdapat dalam mata ajarnya. Kemudian petugasbimbingan dan penyuluhan membimbing para siswa mendiskusikan segenap jenis nilaiyang telah disentuh oleh para guru. 

Melalui diskusi mereka dapat dituntun untuk memahami makna nilai-nilai tadi dalam kehidupan nyata. Melalui proses ini para siswaakan menyusun sendiri sistem nilai mereka, baik sistem nilai pribadi,maupun system nilai kelompok.